Tampilkan postingan dengan label Riset. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Riset. Tampilkan semua postingan

Isi Ulang Baterai Handphone Menggunakan Energi Kinetik

PEMANFAATAN energi kinetik pada sebuah jam tangan mungkin sudah biasa kita dengar. Tapi pemanfaatan energi kinetik pada handphone sepertinya baru kali ini kita dengar. Seperti halnya jam tangan kinetik yaitu jam tangan yang tidak membutuhkan penggantian catu daya berupa baterai sama sekali dan hanya membutuhkan sedikit gerakan untuk membuat jam tersebut terus berjalan. Sebuah inovasi dari perusahaan jam tangan terkenal di Swiss, Ulysse Nardin baru-baru ini telah mengembangkan sebuah handphone teknologi kinetik.Handphone dengan nama Chairman ini nantinya tidak perlu lagi mengisi ulang baterainya melalui charger, cukup dengan menggerakan handphone maka baterai yang ada didalam akan terisi penuh secara otomatis. Inovasi dari Ulysse Nardin ini tentunya menjadi berita baik bagi kelestarian lingkungan. Rasanya handphone ini tidak cocok digunakan oleh Anda yang kerjanya hanya duduk saja di belakang meja seharian penuh. Rencananya handphone Chariman ini akan di pamerkan pada pameran Baseworld 2009. Source : bornrich.org

Baca Selengkapnya>>>......
Posted in Label: , |

MORPH, Ponsel Dari Nokia Berteknologi Nano

"MORPH", nama yang diberikan untuk peranti ponsel masa depan. Inovasi dari produsen asal Skandinavia ini, merupakan hasil kolaborasi antar Nokia dengan Universitas Cambridge. Lalu apa keistimewaan ponsel masa depan ini? Ponsel ini mengaplikasikan teknologi nano, berbentuk transparan dan memiliki sifat fleksibel. Nokia sendiri mengklaim teknologi nano akan mampu menjadikan peranti elektronik memiliki sifat fleksibel dan transparan. Peranti ini dapat diregangkan serta dapat dilipat. Mampu untuk diubah bentuknya sesuai dengan kehendak kita. Dapat merubah jadi gelang, peranti berpapan QWERTY untuk menulis pesan singkat. Pejabat Nokia, Bob Lannuci mengatakan bahwa Pusat penelitian Nokia secara terus menerus akan mengembangkan bentuk serta fungsi dari ponsel dan "Morph". Lalu kapan inovasi ini dapat dinikmati para penikmat gadget? Pihak Nokia memprediksi bahwa "Morph" dapat dinikmati sekitar 7 tahun lagi. Jadi bersabarlah bagi pengguna setia Nokia untuk mencoba produk paling inovatif dari produsen ponsel nomor wahid di jagad ini.* Sumber : press.nokia.com

Baca Selengkapnya>>>......
Posted in Label: , , , , |

Waspadai Penggunaan Earphone

SEBAIKNYA Anda berhati-hati atau setidaknya dapat memberikan peringatan kepada orang lain tentang hal ini, terutama pada orang yang hobi menikmati alunan lagu dengan menggunakan pemutar musik portabel. Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Harvards, menemukan satu hasil mengenai bahaya penggunaan earphones atau headphone bagi pengguna alat pemacu jantung (pacemakers). Dalam penelitian tersebut menyimpulkan bahwa penggunaan earphone yang terlalu dekat dengan alat pemutar musik akan mengakibatkan terganggunya alat pemacu jantung mulai dari tidak berfungsi dengan baik hingga mati mendadak terhadap alat pemacu jantung tersebutMasalah ini bukan saja bisa terjadi pada saat kita sedang mendengarkan musik melalui pemutar musik portabel tetapi juga pada saat dimatikan, alat ini masih bisa menjadi ancaman bagi penderita penyakit jantung tersebut. Dan hal ini terjadi karena adanya medan magnet yang aktif pada saat earphone dan pemutar musik berdekatan. Untuk itu, para peneliti menyarakan untuk meletakkan earphone dengan pemutar musik secara berjauhan atau minimal berjarak 2,5 - 5 cm.(pcworld.com)**

Baca Selengkapnya>>>......
Posted in Label: , , , |

Jantung buatan telah berhasil dibuat oleh ilmuwan Prancis

Hanya masalah waktu saja, kami yakin manusia akan membuat sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, seiring dengan kemajuan teknologi. Para peneliti di Perancis telah berhasil membuat sebuah jantung buatan dari bahan plastik yang dapat berdetak layaknya sebuah jantung asli.”Jantung Plastik” ini menggunakan sensor elektronik untuk mengontrol detak jantung dan juga aliran darah yang mengalir ke dalamnya. Walaupun belum pernah diuji coba di tubuh manusia, jantung buatan ini telah sukses diuji coba di seekor binatang mamalia besar.Tentu saja, jantung buatan ini akan membuka peluang besar bagi manusia yang memang mempunyai jantung yang bermasalah tetapi di lain sisi, harganya yang mencapai US$ 192.140 (sekitar 2 milyar Rupiah) akan memberikan penyakit jantung yang baru.(newlaunches.com).*

Baca Selengkapnya>>>......
Posted in Label: , |

Kehilangan pendengaran di sebagian (veteran) tentara Amerika

Berita sedikit menyedihkan juga nih!! Di jaman semakin berkembangnya pesawat terbang tempur yang semakin canggih ternyata juga berakibat buruk bagi sebagian tentara Amerika yang bekerja di Kapal Induk atau lapangan terbang militer. Setidaknya hal ini menjadi isu di DIT (Defense Technology International) dimana ada kabar bahwa setidaknya terdapat sekitar 840.000 bekas tentara (veteran) yang kehilangan pendengaran karena masalah diatas. Dan tidak tanggung-tanggung, biaya pengobatan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk masalah ini jumlahnya semakin meningkat, pada tahun 1999 sekitar US$ 65 juta dan tahun 2004 menjadi US$ 108 juta.Sebagai informasi, sebuah pesawat tempur terbaru jenis F-35 Ligthning II memang canggih tapi mempunyai tingkat kebisingan yang sangat tinggi yaitu lebih dari 150 db sedangkan penutup telinga terbaik yang biasa digunakan oleh para “juru parkir” pesawat hanya mampu menahan kebisingan sampai 134 db. Makanya tidak heran kalau banyak (bekas) tentara di Amerika yang mengalami gangguan bahkan sampai kehilangan pendengaran. Semoga diciptakan segera, penutup telinga yang lebih baik dari sekarang.(newlaunches.com).*

Baca Selengkapnya>>>......
Posted in Label: , |

Melatih Otak Dengan Mesin Pencari

TERNYATA fitur pencarian di internet membantu dewasa dan orang berusia lanjut untuk mempertahankan daya ingat agar tetap berada pada kondisi optimal. Menurut sebuah riset yang diadakan oleh University of California Los Angeles, mereka melakukan studi ini dengan metode merekam aktivitas otak melalui functional magnetic resonance imaging scan. "orang-orang yang sering melakukan pencarian di internet menggunakan lebih banyak aktivitas otak sewaktu mereka mencari," kata Dr. Gary Small, pakar penuaan University of California Los Angeles. Pencarian di internet dapat melatih otak dan menjaga otak agar tetap aktif dan sehat. Banyak studi yang mengatakan bahwa permainan asah otak seperti puzzle dapat mempertahankan fungsi otak, namun belum banyak yang mempelajari dampak penggunaan internet terhadap daya ingat. ini adalah pertama kalinya seseorang melakukan pindai otak saat obyek sedang melakukan pencarian di internet. Studi dilakukan pada 24 orang yang berusia 55 sampai 76 tahun. Separuh dari mereka sudah sering melakukan pencarian di internet, sementara separuhnya lagi belum memiliki pengalaman mencari. Kedua kelompok kemudian diminta melakukan pencarian internet dan membaca buku sementara aktivitas otak mereka diawasi. "Kami menemukan bahwa aktivitas membaca buku mengaktifkan visual kortex - bagian dari otak yang mengontrol bahasa. Pada pencarian internet, aktivitas yang dilakukan jauh lebih banyak, namun hal ini hanya berlaku bagi kelompok yang biasa menggunakan internet," jelas Small. Small mengatakan bahwa orang yang terbiasa menggunakan internet dapat memicu tingkat aktivitas otak yang jauh lebih dalam. Pada otak yang sudah menua, pengurangan aktivitas sel dapat berdampak negatif pada fungsi kognitif. Aktivitas otak yang lebih dapat mempertahankan kesehatan otak dan kemampuan berpikir.(washingtonpost.com)**

Baca Selengkapnya>>>......
Posted in Label: , , |

Koneksi Nirkabel Via Bohlam

TEKNOLOGI nirkabel terbaru yang berbasiskan cahaya kini tengah dikembangkan oleh Boston University yang disponsori National Science Foundation. Mereka berharap teknologi ini kelak dapat digunakan untuk menyisipkan komunikasi data via LED (Light Emitting Diodes) agar hemat daya guna menciptakan "Smart Lighting" yang lebih cepat dan aman dibandingkan teknologi jaringan yang ada saat ini. Tujuan akhir dari riset ini adalah untuk mengembangkan teknologi komunikasi yang dapat membuat LED setara dengan akses poin Wi-Fi secara fungsional. "Bayangkan jika komputer, iPhone, TV, radio dan thermostat dapat berkomunikasi dengan Anda saat memasuki ruangan hanya dengan menekan tombol lampu pada dinding tanpa menggunakan seperangkat kabel," kata Profesor Boston University Engineering, Thomas Little. Hal ini dimungkinkan berkat jaringan komunikasi berbasis LED yang juga sekaligus menyediakan cahaya. Konsumsi daya yang rendah, dapat diandalkan, serta bebas gangguan gelombang elektromagnetik menjadikan sistem ini diharapkan dapat menggantikan sistem pencahayaan yang ada saat ini, seperti mengganti bohlam lampu dengan LED. Ilmuwan Boston University berkonsentrasi pada pengembangan aplikasi jaringan komputer, khususnya teknologi optik solid state yang kelak akan menjadi tulang punggung jaringan ini. Kelak sebuah peranti nirkabel yang berada dalam jangkauan LED dapat mengirimkan dan menerima data melalui cahaya, pada awalnya dengan kecepatan 1 hingga 10 megabit per detik didukung oleh setiap LED yang berfungsi sebagai akses poin jaringan. Jaringan seperti itu akan menawarkan potensi penggunaan bandwidth yang jauh lebih besar daripada teknologi frekuensi radio yang ada saat ini. Karena cahaya tidak menembus permukaan dinding, tentunya teknologi ini menawarkan tingkat keamanan yang lebih lebih tinggi sehingga komunikasi data tidak dapat disadap dari luar.(cellular-news.com)**

Baca Selengkapnya>>>......
Posted in Label: , , , , |

Pemutar Musik Penyebab Tuli?

SEBUAH riset yang dilakukan oleh sembilan ahli dari Scientific Committee on Emerging and Newly Identified Health Risks seperti dilansir oleh International Herald Tribune menyebutkan bahwa orang-orang yang terbiasa mendengarkan musik melalui alat pemutar musik portabel selama lima jam dalam seminggu dengan volume suara yang tinggi, kemungkinan besar dapat mengalami kerusakan pendengaran permanen alias tuli. Saat ini sebagian besar anak muda tidak menyadari adanya tanda-tanda kerusakan pendengaran hingga bertahun-tahun kemudian. Mendengarkan musik melalui media portabel dengan volume suara yang tinggi ketika berusia muda secara rutin, seringkali tidak berdampak langsung pada kesehatan pendengaran, tetapi akibatnya akan terjadi kehilangan kemampuan pendengaran dikemudian hari. Sudah banyak laporan yang menyinggung tentang telinga yang berdengung secara permanen ataupun temporer setelah mendegar musik yang keras, tetapi masih sedikit sekali riset yang menghubungkan penggunaan musik portabel dengan gangguan pendengaran. Kekhawatiran ini mendorong seorang pria asal Lousiana (AS) untuk mengajukan (class action) kepada pabrikan teknologi asal Cupertino, California, AS, Apple, mengklaim bahwa Apple Inc., tidak berusaha maksimal guna mencegah gangguan pendengaran yang dialami para pemilik iPod. Gugatan yang diajukan pada 2006 silam, meminta agar iPod tidak dapat menghasilkan volume di atas 115 desibel. Mendengarkan musik pada volume suara tersebut selama 28 detik setiap harinya dapat mengakibatkan kerusakan pada gendang telinga. Tuntutan yang diajukan juga mendesak agar Apple Inc., membayar uang kompensasi bagi pengguna iPod yang terkena gangguan pendengaran. Apple Inc., juga dituntut untuk memperbaharui perangkat lunak iPod guna membatasi volume suara hingga 100 desibel dan menyediakan headphone yang dapat memblokir atau meminimalisasi suara dari luar.(news.cnet.com)**

Baca Selengkapnya>>>......
Posted in Label: , , , , |